CERITA DEWASA NIKMATNYA NGEWEK DENGAN MINAH | Cerita Sex 2020

CERITA DEWASA NIKMATNYA NGEWEK DENGAN MINAH

cerita-dewasa-nikmatnya-ngewek-dengan-minahCerita Dewasa Nikmatnya Ngewek Dengan Minah - Bangun tidur sore itu… tidak membuat Anton menjadi bugar, seperti layaknya orang bangun tidur. Bayangkan… 2 malam begadang di puncak Merapi. SLOTS ONLINE 

Sebagai anggota pencinta alam, kampusnya ditugaskan untuk mencari beberapa anak SMK pendaki yang hilang di Merapi. Cuaca buruk begini nekat mendaki gunung, kutuknya dalam hati. Di dekapnya kedua kaki mengusir dingin di atas bangku teras depan kosnya, cuaca hujan rintik-rintik.

Memang cuaca bulan Desember membuat segalanya menjadi basah, termasuk beberapa potong celana jeans belelnya yang kemungkinan hanya di bulan Desember ini bertemu dengan yang namanya air, dua potong CD pun ikut basah akibat dicucinya tadi pagi. Benar2 hari yang menyiksa bagi Anton, sudah dingin cuaca… tanpa CD pula. Sepotong kain sarung yang lumayan kering cukuplah menghangatkan tubuh cekingnya sore itu.

Tempat kos Anton cukup strategis, walaupun bangunan peninggalan Belanda, tetapi letaknya terpisah dari perkampungan, karena dikelilingi oleh tembok tinggi. Ibarat memasuki sebuah benteng pada jaman dahulu, letak kamar kos-kosan disekeliling bangunan utama yang di jadikan sekolah negeri. Suasana sekitar kos-kosan memang sedang sepi… penghuninya banyak yang pulang kampung, maklum liburan. Sementara sebagian kamar dijadikan asrama sekolah yang juga kosong ditinggal penghuninya liburan, praktis Anton merasa sebagai penjaga kosan, umpatnya dalam hati.


“Mas… jamu mas…” sapa tukang jamu gendongan membuyarkan lamunan Anton.
“Eh embak… ujan-ujan ngagetin orang lagi ngelamun aja” sewot Anton.
“Masnya ini lho… ujan-ujan kok ngelamun… tuh jemuran gak diangkat…” tanya mbak jamu sambil berjalan menghampiri beranda di mana Anton duduk.
“Emang sengaja mbak… sekalian kena air” jawab Anton sekenanya.
“Lho… kan sayang udah di cuci tapi kehujanan” kata mbak jamu keheranan.
“belum kok, belum di cuci” elak Anton.

“Lha… kok aneh” protes mbak jamu,
“sekalian dicuciin sama ujan” saut Anton.
“Dah laku jamunya mbak? tanya Anton di sela-sela gerimis.
“Yah belum banyak sih, makanya mbok dibeli mas jamunya” pinta mbak Jamu memelas.
“Emang jualan jamu apa aja sih mbak” selidik Anton sambil membenahi sarungnya.
“Ya macem-macem, ada galian singset, sari rapet, kunir asem, sehat lelaki, pokoknya banyak deh, dan semuanya hasil meracik sendiri lho mas” bangga mbak jamu sembari membersihkan air di sekitar kaki dan kainnya.
“Kalo badan pegel-pegel, jamunya apa mbak?” tanya Anton,
“Ada tolak angin” seru mbak jamu.
“Ah… kalo aku biasa di kerokin mbak, kalo minum jamu doang kurang marem” kata Anton.
“Mbaknya bisa ngerokin saya?” goda Anton,
“Emang situ mau saya kerokin” kerling mbak jamu malu-malu. Anton hanya tersenyum saja.
“Ngomong-ngomong… namanya siapa sih mbak” tanya Anton.
“Saya Minah mas” jawabnya tersipu. Kalo di perhatikan… manis juga nih cewek… mana putih lagi kulitnya, gumam hati Anton. casino slot

“Kalo mas siapa namanya?” tanya Minah membuyarkan lamunan Anton.
“Saya Anton mbak” jawab Anton gugup. Keduanya bersalaman, gila… alus juga nih cewek tangannya, bathin Anton.
“Gimana mas Anton, mau saya kerokin?” tantang Minah memancing.
“Bener bisa ngerokin nih?” tanya Anton antusias.
“Boleh” jawab Minah senyum.
“Tapi jangan di sini ya, bawa masuk aja sekalian bakulnya mbak” kata Anton sambil bangkit berdiri menyilahkan Minah masuk ke dalam kos-kosan.
“Wah kos-kosannya bagus ya mas, ada ruang tamunya segala, ini kamar siapa aja mas kok ada tiga? selidik Minah sembari meletakkan bakulnya di pojok dekat bufet.
“Kamar temen, cuman mereka pada pulang kampung, tinggal saya sendiri jaga kos” jawab Anton.
“Kamar mas Anton sebelah mana” tanya Minah,
“Itu mbak, paling pojok, paling gelap” kata Anton.
“Ih ngeri ah… gelap-gelapan” goda Minah genit.
“Gak pa pa kok… aku dah jinak” canda Anton sembari mengajak Minah menuju ke dalam kamarnya.

“Kok sepi mas?” selidik Minah sembari melihat ke kiri kanan. “Rumah sebelah juga pulang kampung sekeluarga, makanya sepi” jawab Anton.
“Kamar mandinya di mana mas, aku mau cuci kaki dulu” tanya Minah.
“Itu di depan kamarku jawab Anton sembari membereskan tempat tidurnya yang berantakan.
Anton merebahkan badannya telungkup di atas kasur tanpa dipan, sementara Minah mengambil minyak gosok serta uang benggol untuk kerokan. “Mbak, jangan pake minyak ah… aku gak tahan bau dan panasnya” cegah Anton. “Trus pake apa dong mas? tanya Minah bingung. Anton berdiri menuju meja rias, diambilnya sebotol Hand Body dan di berikannya kepada Minah. “Pake ini aja mbak.. wangi lagi” senyum Anton. casino indonesia

Kemudian Minah mengambil posisi duduk di sebelah Anton, disingkapkannya kain batik yg dikenakannya sehingga tampaklah betis mulus Minah. Wah mulus juga, mana banyak bulu halusnya nih tukang jamu sorak hati Anton. Tangan yang menempel di punggung Anton juga dirasa lembut dan halus oleh Anton. “Umurnya berapa mbak” tanya Anton memecah keheningan mereka berdua. “Dua enam bulan besok mas” jawab Minah. “Beda dua tahun di atas dong dengan saya” kata Anton sembari meringis kesakitan. “udah rumah tangga mbak?” kejar Anton. “Pisahan mas, suami saya kabur gak tanggung jawab” kata GMinah. “Lho kenapa?” sambung Anton penasaran.

“Kecantol janda sebelah kampung” ungkap Minah cuek.
“Waduh… laki-laki bodoh tuh… sela Anton sembarangan.
“Emangnya kenapa mas?” penasaran Minah.
“Gimana gak bodoh, punya istri manis, putih dan sintal kayak gini kok di sia-siakan” rayu Anton.

“Ah… mas Anton bisa aja” jawab Minah masuk dalam perangkap Anton, sembari mencubit pinggang lelaki itu.
“Eh… geli ah mbak…” jerit Anton sedikit mengelinjang.
“Laki-laki kok gelian… ceweknya cantik tuh…” goda Minah.
“Nggak cuman cantik… tapi banyak juga mbak” sombong Anton.
“Huh… dasar… laki-laki…” cemberut Minah.

“Mbak… tadi jamunya apa aja?” tanya Anton kemudian setelah adegan kerokan di punggungnya selesai.
“Kalo buat kondisi mas Anton sekarang… minum Sehat Lelaki” jawab Minah, “Kasiatnya apa aja mbak?” kejar Anton. “Selain ngilangin masuk angin, supaya badan gak lemes dan mudah loyo” jawab Minah.
“Mudah loyo…? maksudnya apa…? tanya Anton kemudian.
“Ih masnya ini lho… kayak gak tau aja…” jawab Minah malu-malu. Anton memutar badannya, sekarang dia telentang menghadap Minah yang masih duduk terpaku,
“Sungguh… saya gak tau mbak” aku Anton.
Minah memalingkan wajahnya, terlihat semu merah di pipi Minah yang menambah manis rona wajahnya.
“Itu lho… buat pasangan suami istri kalo mau melakukan hubungan…” jawab Minah tersipu.
“Hubungan…? hubungan apa…?” tanya Anton dengan muka bloonnya.
“Ahhh… mas Anton ini lho… ya hubungan suami istri” jawab Minah sembari mencubit lengan Anton. slot indonesia
“Bagi yang punya pasangan… kalo kayak aku gimana…? siapa pasanganku ya…?” kerling Anton menantang Minah. Minah sendiri membuang mukanya, tetapi Anton menangkap semu merah di wajah Minah.
Minah bangkit mengambil bakul yang tertinggal di ruang tamu, sekembalinya dia bertanya lagi kepada Anton,
“Jadi nggak… jamu Sehat Lelakinya mas?” tanyanya kepada Anton.
“Sini dulu dong…” jawab Anton sembari tangannya mempersilahkan Minah untuk duduk di sampingnya lagi.
“Kalo aku jadi minum… terus bereaksi… buat membuktikannya gimana kalo jamu buatan mbak itu benar-benar berkhasiat” goda Anton.

“Ya sama pacarnya dong… maunya sama sapa?” pancing Minah gantian.
“Gimana kalo sama mbak aja… soalnya pacar yang mana juga bingung aku” tembak Anton sekenanya.
“Jangan ah… entar kedengeran sama tetangga lho” jawab Minah tanpa nada penolakan.
Kemudian Minah mengambil botol dari bakul dan meracik ramuan Sehat Lelaki. Anton bangkit dari tidurnya kemudian mendekati tempat Minah duduk, dibelainya kepala gadis itu dengan lembut.
“Jangan mas… genit ah… entar aku teriak lho” ancam Minah jinak-jinak merpati.
“Teriak aja… paling gak ada yang keluar… orang ujan-ujan begini… pada males orang keluar” tantang Aton. Kemudian belaian Anton turun ke pipi Minah terus ke leher jenjangnya.
“Masss… geli ahh.. entar tumpah nih gelasnya” ancam Minah.
“Kamu cantik lho mbak… kok bodoh sekali ya bekas suamimu itu” rayu Anton,
“Soalnya janda itu kaya mas… sementara aku kan cuma orang desa yang gak punya apa-apa” jawab Minah sembari memberikan gelas berisi ramuan jamu kepada Anton.
“Nih… minum dulu ramuannya… ditanggung ces pleng…” jawab Minah tanpa di sadari.
“Hee… berarti mau dong ngebuktiin khasiatnya” tembak Anton setelah meminum habis ramuan jamu tersebut. indonesia casino
“Eh… ya nggak gitu… nyobanya gak sama aku” elak Minah merasa di tembak Anton.
“Sekarang pijitin bagian depannya dong mbak, khan gak imbang kalo cuma belakangnya aja yang di garap” pinta Anton. “Depannya minta di kerok sekalian mas?” tanya Minah. “Nggak usah di kerok… pijitin aja” kata Anton.
Pijitan Minah di dada Anton, kembali membuat pemberontakan adiknya di dalam sarung. Tangan kanan Anton kembali meraba pipi halus Minah, wanita itu terdiam. Kemudian Anton menelusuri rabaan mulai turun ke leher Minah, perlahan tapi pasti dibukanya kancing kebaya Minah, Minah menoleh ke samping, dadanya bergemuruh, dirasakan semua bulu kuduknya berdiri, sensasi ini telah lama ia rindukan, semenjak bercerai dengan suaminya setahun lalu, tidak ada tangan laki-laki lain yang menyentuh tubuh sintalnya.

Anton merasakan deru nafas Minah yang mulai tidak teratur, dalam hati Anton bersorak… kena lo sekarang…! Dirabanya bukit kembar satu persatu. Anton tidak mau terburu-buru, diraba dengan bra yang masih terpasang. Rona wajah Minah semakin nyata, “Masss… jaaangaannnn… mass… nanti dilihat orang” erang Minah sembari menahan gejolak dalam dirinya tanpa menepis tangan Anton. Anton tidak menjawab, perlahan di bukanya kebaya Minah mulai dari pundak.
Minah mencoba untuk menahan tangan Anton, kemudian Anton bangkit dari tidurannya, Minah memiringkan wajahnya seolah takut berhadapan dengan wajah Anton yang tinggal beberapa senti lagi darinya. Anton meraih dagu wanita itu, perlahan dipalingkan wajah Minah tepat dihadapannya, kemudian Anton mendekatkan bibirnya mengecup bibir Minah, Wanita itu menolak, tetapi hanya sesaat, kedua tangan Anton memegang pundak wanita itu dan dilanjutkannya mengecup bibirnya, bergetar bibir wanita itu dirasa menambah nafsu Anton, perlahan dibukanya bibir itu dan dikulumnya lidah wanita itu, terlihat Minah mulai menikmatinya sambil memejamkan mata.
Kedua tangan Anton menurunkan kebaya yang dipakai Minah, tanpa perlawanan lagi. Sembari mereka saling berpagutan, dicarinya pengait bra di punggung wanita itu dan berhasil dibukanya, perlahan diturunkannya tali di atas pundaknya ke samping dan turun ke bawah. Anton terhenyak tanpa melepaskan pagutannya, bukit kembar wanita itu masih kencang, bulat dan mengacung putingnya menantang, kemudian dirabanya kedua bukit itu disertai erangan kecil Minah.
“Masss… aku takuuutt…” erang Minah.
“Sssstttt… enggak pa pa kok… nikmatin aja ya sayang” ujar Anton menenangkan wanita itu.
Kemudian Anton mengambil tangan kiri Minah yang kemudian diletakkannya di atas sarung tepat di senjata Anton. indonesia slot
“Mass… gak pake celana dalam ya…?” tanya GMinah sembari mengelusnya dari luar sarung.
Anton hanya tersenyum, kemudian diapun berusaha untuk melepaskan kain yang masih dikenakan Minah. Setelah kain terlepas… Anton tidak dapat menahan gelinya, “Kamu juga gak pake daleman ya…? tanya Anton dengan geli.

“Memang rata-rata tukang jamu itu tidak memakai celana dalam mas” jawab GMinah ketus, giliran Anton yang kaget dan melongo… Gila!!! Perlahan ditatapnya wajah Minah, perlahan tapi pasti tangan Anton merenguh bahu wanita itu dan perlahan-lahan merebahkannya ke lantai.
Anton mulai meraba kedua bukit kembar Minah, sementara wanita itu memalingkan wajahnya menghindar tatapan Anton, di pegangnya tangan Anton tetapi tidak bermaksud untuk melarang. Anton memang pandai memanjakan wanita, walau dirasa tubuh wanita itu sedikit berbau ramuan jamu, tidak mengurangi nafsu Anton untuk kemudian menjilatinya. Dimulai dari leher jenjang wanita itu, kemudian perlahan turun pada dua bukit kembar, kembali lidah Anton menyelusuri gundukan bukit itu satu persatu yang diakhiri dengan sedotan diujung putingnya.
Terdengar erangan wanita seperti kepedesan, kedua tangannya telah beralih ke rambut gondrong Aton dengan sedikit jambakan. Lidah Anton meneruskan gerilyanya, turun ke arah pusar Minah, terlihat Minah demikian menikmatinya, kegiatan yang tidak pernah dilakukan suaminya dahulu, karena suaminya hanya memaksa bila ingin dipenuhi kebutuhan sahwatnya tanpa Minah merasakan nikmatnya berhubungan insan berlainan jenis.
Tangan Anton kembali meremas bukit kembar Minah, sementara jilatan Anton telah mendekati sasaran di sarang kenikmatan Minah. Luar biasa… bulu kemaluan Minah demikian lebatnya, menambah sensasi tersendiri buat Anton. “Eh… masss… mau ngapaiiinn…? selidik Minah di atas sana. slot casino
Anton tidak menjawab, tangan kanannya berusaha menyingkap bulu lebat Minah untuk menemukan kenikmatan gadis itu.
“Jangan masss… kotooorrr… achhh…” erang Minah menahan gejolak yang untuk pertama kali dirasakan sensasi itu.
Anton hanya melirik ke atas, dilihatnya mata wanita itu terpejam kenikmatan.
“Masss… ediaaannn… uenakeee… ssshhh… aaahhh… emmmhhh masss…” jerit tertahan Minah sembari menjambak rambut Anton.
Lidah Anton menemukan klitoris Indah, dijilat, dipluntir dan sesekali dihisap lembut, sehingga tak lama membuat Minah kelojotan.

“Masss… gak kuaaat… mauuu pipp pisss…” teriak Minah sambil berusaha menyingkirkan kepala Anton dari kemaluannya.
Anton menolak dan semakin kuat membenamkan wajahnya kedalam kemaluan Minah.
Tak lama kemudian Anton merasa kalau kepalanya sedikit sakit akibat jepitan paha Minah, tetapi di tahannya, karena Anton tahu bahwa wanita ini mengalami orgasme yang teramat hebat dan dahsyatnya.
“Achhh… emmmhhh… masss…sss…sss acchhh…” jerit tertahan Indah mengiringi orgasme yang baru sekali ini dialaminya, seolah copot semua persendian di tubuhnya. Sensasi apa ini, yang tak mampu dicapai oleh pikirannya, karena tidak pernah di dapat dari mantan suaminya dulu. Minah terkapar kelelahan,
Anton memeluknya, dielusnya rambut dan pipi Minah, sementara Minah kehabisan nafas, seakan habis puluhan kilometer dia lari…
“Gimana rasanya mbak?” tanya Anton beberapa saat kemudian setelah Minah terlihat telah dapat mengatur nafasnya. “Masss… tadi itu rasanya seperti apa ya…? tanya Minah kebingungan disela nafas yang masih tersengal.
“Sssst… sudah tak usah diungkapkan… pokoknya dirasain aja ya…” jawab Anton menenangkan Minah. casino
Beberapa saat kemudian Minah telah normal kembali pernafasannya dan bangkit duduk di samping Anton. “Kok mas gak jijik sih nyiumin pepekku” tanya Minah yang membahasakan kemaluannya dengan pepek. Anton tidak menjawab, malah dia bertanya pada Minah
“Minah bener… belum pernah merasakan seperti tadi ya?”
“Bener mas, soalnya suami Minah itu Peltu” jawab Minah.
“Peltu??? emangnya suami Minah itu aparat?” goda Anton.
“Bukan… nempel metu…” jawab Minah tersipu.
“Ha… ha… ha…” tawa renyah Anton.

cerita-dewasa-nikmatnya-ngewek-dengan-minah

Minah sudah tidak malu-malu lagi, perlahan tangan kanannya meraih senjata Anton yang masih tegak berdiri,
“Mas… punyanya kok panjang begini ya” tanya Minah sembari mengelus senjata Anton. Anton tersenyum, diberinya ruang untuk Minah dapat sepenuhnya menikmati senjata Anton.
Kemudian perlahan dan agak ragu, Minah mendekati senjata Anton ke wajahnya, matanya melirik Anton seakan meminta persetujuan Anton, Anton tersenyum dan mengangguk. Dengan tidak buru-buru, dimasukkannya kepala senjata Anton ke dalam mulut Minah, Anton terpejam merasakan sensasi bibir Minah sembari mengelus rambut wanita itu, luar biasa… katanya tidak mempunyai pengalaman, tetapi dalam urusan sedot-menyedot… rupanya Minah juga jagonya, bathin Anton, mungkin ini yang dinamakan bakat alam, tanpa dipelajari sudah berjalan secara naluri.
Anton masih bermain dengan pikirannya, sementara Minah mengulum senjatanya. Sosok Minah di mata Anton seolah tidak bedanya dengan cewek-cewek kencannya, tetapi Minah mempunyai nilai plus. Di samping Minah hanya seorang tukang jamu, tetapi dalam merawat tubuh tidaklah kalah dengan cewek kuliahan, Kulit Minah putih bersih dengan bulu-bulu halus di sekujut tubuhnya, ketiak yang tidak dicukur tetapi rapi memberi kesan tidak jorok, sementara bulu kemaluan yang lebat sampai ke belakang. slot

Anton terhenyak melihat Minah terbangun dari kulumannya di senjata Anton. “Kenapa mbak?” tanya Aton, “Pegel mas mulutku, habis gede banget sih senjatanya” senyum Minah malu-malu. “Oke, sekarang mbak tiduran, aku masukin ya senjataku ke pepek embak” kata Anton. Tanpa perlu menjawab, Minah merebahkan tubuhnya memasang posisi, kemudian Anton mulai menusukkan senjatanya kedalam kenikmatan Minah.
“Auuu… pelan-pelan ya masss… masukinnya… maklum dah lama gak di pake?” meringis Minah merasakan moncong senjata Anton memasuki lubang pepeknya. Setelah di rasa cukup masuk dan menyesuaikan di dalam lobang kenikmatan Minah, mulailah Anton memaju-mundurkan senjatanya.
“Ssshhh… enaaak masss… terusss… yang dalammm masss…”erang Minah keenakan. Anton mulai berkeringat, walau udara di kamar sebetulnya cukup dingin, mungkin karena jamu yang diminum tadi sudah bereaksi.
“Gila nih lobangnya mbak… adikku kamu jepit pake apa sih mbak” kata Anton disela aktifitasnya memaju mundurkan senjatanya,
“Ah… mas Anton ini lho.. sempet-sempetnya bercanda… enggak kok mas… barangku enggak ada alatnya… cuman bisa njepit aja” bangga Minah.
“Ini yang dinamakan orang ‘Empot Ayam’ ramuan Madura… khan ada jamunya juga mbak” kata Anton.
“Iya mas… aku rajin minum juga… cuman gak tau namanya apa… soalnya itu jamu warisan nenekku yang memang masih ada keturunan Madura…” jawab Minah sembari merasakan sensasi kembali.
“Accchhh… masss… aku moo pippiisss lagiii… aahhh…” untuk kedua kalinya Minah melenguh panjang, pertanda telah sampai orgasme nya yang kedua. casino online

Dijepitnya pinggang Anton… dipeluknya dada Anton, seolah mau melumat tubuh kurus Anton, Anton sedikit meringis merasakan jepitan kaki Minah dan pelukan tangan Minah di tubuhnya, tetapi Anton mengerti akan kenikmatan Minah, maka dibiarkannya wanita itu menjepit tubuhnya. Setelah beberapa saat Anton memberi waktu untuk Minah mengembalikan nafas liarnya, ia berinisiatif untuk merubah gaya, disuruhnya Minah untuk nungging membelakanginya, Anton melakukan dogy style. Inipun sensasi lain yang dirasakan Minah, baru dengan Anton ini ia merasakan indahnya persetubuhan.
Anton pun merasakan sensasi lain dari jepitan lubang Minah, dengan posisi ini, lubang kemaluan Minah semakin dirasakan sempit, sedikit mengalami kesulitan bagi Anton untuk memaju-mundurkan senjatanya, walau lubang Minah sudah sedemikian basahnya akibat orgasme Minah tadi.
Tangan Anton memegang pinggul Minah, sedangkan Minah memeluk bantal sembari mengerang kenikmatan,
“tusuk yang dalammm… masss… ssshhh….
Akhirnya Anton memacu semakin cepat dengan tujuan untuk mencapai puncak kenikmatan bersamaan, kali ini. “Masss… pippiiisss… lagi nihhh akuuu…” desak Minah,
“sabar sayang… mas juga mau keluar nihhh… ayuuukkk… aaahhh… Naaahhh” lenguh Anton. demikian juga Minah yang semakin liar memeluk serta menggigit sarung Aton,
“aaacchh… emmmhhh… enghhh… masss…”
Keduanya terkapar di kasur dengan deru nafas yang saling berlomba, Minah memeluk Anton, Anton membelai rambut lurus Minah. Mereka saling mendekap, berpagutan, disela deru nafas mereka berdua, hujan deras di luar. Tetapi di dalam kamar telah terjadi kehangatan yang dahsyat. “Mbak, gimana rasannya dengan gaya kayak barusan tadi?” tanya Anton memulai pembicaraan.

“Sungguh mas, baru kali ini saya merasakannya dan ternyata luar biasa, seperti pengen mengulang terus dan terus” jawab lugu Minah.
“ha… ha… ha… kayak iklan aja nih…” gelak Anton.
“Kalo mas Anton udah berapa cewek yang mas Anton puasin?” selidik Minah sembari memainkan puting susu Anton,
“Hemm… berapa ya…” jawab Anton seolah berpikir,
“tau ah… saking banyaknya”. “dasar laki-laki buaya” geram Minah sembari mencubit dada Anton.
“Trus… kebanyakan cewek-cewek itu juga puas mas…?” tanya Minah sedikit cemburu,
“seperti jawabanmu bila kamu di tanya sama orang, pasti jawabannya… Luar Biasaaa…” jawab Anton geli sembari mencubit mesra hidung Minah.
“Mas Anton gak punya cewek yang diseriusin ya?” kejar Minah lagi, “mana ada yang bisa serius dengan aku… kebanyakan cewek yang deket sama aku juga paling-paling minta dipuasin nafsunya” elak Anton.
“Nakal ya mas Anton ini…” gemes Minah sembari mencubit senjata Anton.
“Ha… ha… ha… memang itu yang mereka inginkan.. kebanyakan mereka nggak kangen sama aku,,, tetapi kangen sama burungku… ha.. ha… ha… canda Anton sambil terkekeh renyah.
“tapi suatu saat nanti… pasti lah aku cari pendamping yang setia… mungkin seperti kamu mbak… selain manis, putih, pintar memijit dan piawai dibidang jepit-menjepit…” aku Anton sembari memeluk dan mengelitik payudara Minah.
“Gombal…” jawab Minah sembari berusaha melepaskan diri dari dekapan kelitikan Anton yang sengaja menyenggol payudaranya. casino online indonesia

“Mas… aku ke kamar mandi dulu ya, lengket rasa sekujur tubuh nih… pinjam handuknya boleh mas? tanya Minah sembari bangkit menuju kamar mandi, “Tuh di depan kamar mandi… handukku warna merah” jawab Anton.
Memang diakui Anton bahwa jamu ramuan mbak Minah memang terbukti khasiatnya, Anton merasa cairan yang dikeluarkannya begitu banyak dan kental, serta pegal-pegal di badannya seketika hilang tak dirasa. Entah membayangkan sensasi apa yang ada dalam tubuh Minah, Anton merasa senjatanya bangkit berdiri kembali, gila nih jamu… dah minta jatah lagi adik gua.
Anton bangkit dari tidurannya dihampirinya Minah yang sedang berada di kamar mandi,
“lho… kok gak ditutup pintunya mbak?” tanya Aton geli dan melihat Minah sedang jongkok mengguyur air di sekujur tubuh mulusnya.
“Katanya gak ada orang… makanya gak aku tutup pintunya, lho… kok sudah mengacung lagi mas senjatanya?” goda Minah sembari melihat kemaluan Anton yang tegak berdiri.
“Iya nih… tanggung jawab lho mbak… gara-gara jamunya nih… adikku minta jatah lagi” protes Anton.
“Aduh kacian… sini-sini mbak angetin…” bujuk Minah sembari meraih kemaluan Anton dan segera dikulumnya.
“Ahhh… sssttt… enak mbak” lenguh Anton sembari mengelus rambut Minah, slruuup… slruup… ck..ck..ck.. bunyi mulut Minah terganjal kemaluan Anton.
Setelah beberapa saat dirasa cukup oleh Anton, dipegangnya pundak Minah, dibimbingnya Minah untuk berdiri, kemudian diputarnya tubuh Minah membelakanginya, dengan tubuh basah Minah, Anton memeluk Minah dari belakang. Dicumbunya leher wanita itu dan dijilatnya rambut kalong Minah, sementara kedua tangannya menyusup dari bawah ketiak Minah dan menuju kedua bukit kembar Minah.

Minah merasa tersanjung, diangkatnya kedua tangannya dan dipegangnya kepala Anton sembari melenguh kegelian “Masss… ennaaakk… ssshhh… geliii masss…” Puting susu Minah mengencang, mengeras disela jemari Anton. Dia memang lelaki hebat yang bisa memanjakan wanita kagum hati Minah serasa melambung ke langit ke tujuh belas… “Mbak… coba membungkuk sedikit… pegangan di bibir bak mandi… kakinya direnggangkan sedikit ya sayang” pinta Anton yang dituruti Minah dengan sedikit bingung. Kemudian Anton jongkok di belakang Minah, kedua tangan Anton meraba pantat Minah dan membelahnya layaknya membelah durian tetapi perlahan dengan perasaan.
Kemudian Minah menjerit kecil, setelah dirasa ada benda basah tetapi hangat menyentuh lubang duburnya, ditengoknya kebelakang, ternyata Anton sedang bermain lidah di lubang duburnya. Minah kaget, tetapi menikmati sensasi lain yang tak kalah luar biasanya, Minah merasa geli yang tidak tertahan tetapi nikmat, dengan tidak sengaja Minah menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan karena kegelian.
Ceplak… cepluk… bunyi lidah Anton menjilati lubang dubur Minah yang diselingi turun ke arah lubang kenikmatan Minah yang sudah terlanjur banjir. Tanpa di sadari Anton, tangan kanan Minah berpindah ke selangkangannya sendiri, dipijitnya klitoris Minah sendiri. slot online indonesia

“Masss… enaakk… masss… emmmhhh… ” erang Minah sembari menggigit bibir. Kemudian Anton bangkit berdiri, diciumnya bibir Minah dari samping sembari berkata
“Enak mbak… emmmhhh…”, “Enaakkk masss… jawab Minah malas. Kemudian Anton kembali ke belakang Minah,
perlahan tapi pasti dimasukkannya kemaluan Anton ke lobang kenikmatan Minah.
“Ssshhh… masss… yang dalaaamm yahhh…” rintih Minah masih dengan posisi setengah terbungkuk.
Plok… plok… plok… bunyi suara maju mundur Anton memompa yang mengenai pantat Minah membuat suasana menjadi semakin panas., sekarang dengan bercampurnya lend*r kenikmatan Minah dan air dari bak mandi, dirasa Anton tidak begitu sulit seperti tadi di kamar tidur.
Hujan di luar kosan masih deras… sehingga erangan Minah tidak begitu terdengar, kalah dengan derasnya hujan yang turun di atas kamar mandi yg tertutup seng. Irama jatuhnya hujan di atas seng, teriakan nikmat Minah semakin menambah irama Anton dalam memacu tusukan senjatanya pada lubang kenikmatan Minah, Minah semakin liar bergoyang, ke kiri ke kanan, ke atas bawah, kadang membuat gerakan memutar seolah memeras kejantanan Anton.

“Masss… Minahhh nyampeee lagiii masss… ssshhh… aaahhh” lenguh Minah mencapai klimaksnya. Anton menarik erat pinggul Minah, didorongkannya kemaluan Anton ke dasar lubang Minah semakin dalam sembari ditahan di dalamnya sembari dirasakan beberapa kedutan liang kenikmatan Minah yang berkontrasi meluapkan gairah orgasmenya, benar-benar empot ayam nih cewek… sorak hati Anton, Minah KO keempat kalinya.
Dicabutnya batang kemaluan Anton, dan sekarang posisi bergantian. Anton duduk di tepi bak mandi, sementara Minah jongkok di hadapan Anton. Kemudian Minah memasukkan kemaluan Anton ke dalam mulutnya,
mengulumnya dan memaju-mundurkan batang kemaluan Anton. Minah marasa kondisi Anton tak lama lagi mendekati klimaks, Minah mau memberi service dengan tetap mengulum kemaluan Anton serta membiarkan Anton mengeluarkan orgasmenya didalam mulutnya, dan “achhh… ssstttt… mmmbaaakhh… aagghhh… aku keluaaarrr…” dengus Anton mencapai puncak, sembari memegang kepala Minah serta mengacak-acak rambutnya, senjata Anton tetap di dalam mulut Minah, hingga tetes mani terakhir dan langsung ditelannya. casino slot online

Sensasi luar biasa dirasakan Anton sembari melihat bagaimana Minah mengulum penisnya seperti seorang anak kecil mendapat sepotong es krim kesukaannya. Setelah beberapa saat, di sela nafas yang muali teratur, Anton bertanya kepada Minah “Enak mbak…?”, “he-eh… asin tapi gurih mas…” senyum Minah puas sembari membersihkan sisa sisa lend*r dengan lidahnya di sekitar batang kemaluan Anton dan menelannya.
“Baru ini pula aku merasakan sperma laki-laki, ternyata gurih ya mas ya…” pengakuan Minah sembari terus mengelus dan memijit batang kemaluan Anton. Setelah selesai keduanya membasahkan tubuh masing, saling menggosok, meraba dan membersihkan cairan sabunnya.
Keluar dari kamar mandi, Minah menuju meja rias di dalam kamar Anton, sementara Anton berjalan ke dapur guna memasak air untuk membuat teh manis hangat. Sesekali diliriknya Minah dari dapur ke dalam kamar, Minah duduk membelakangi Anton sembari mengeringkan rambut dengan handuk tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh sintalnya. Melihat pemandangan itu, Anton terpana dari tempatnya membuat teh, gila perfect banget tuh body batin hatinya, orang gak akan nyangka bahwa tukang jamu memiliki body yang aduhai, apalagi barangnya… bisa memijit pula… mungkin karena setiap hari berjalan dan membawa beban di punggung, yang tanpa disadari sudah merupakan olah raga sex… masih dalam pikiran Anton melihat pemandangan Minah dari belakang.

“Mbak… nih teh hangatnya… aku cuman bikin satu buat kita berdua ya… biar tambah mesra… bukannya pelit lho” canda Anton sembari membawa teh hangat yang diletakkan di atas meja rias. Anton meraih kursi dan duduk di sebelah meja rias yang sedang dipakai Minah untuk mengeringkan rambut, dipandanginya Minah dari sisinya duduk. “Ah… mas… kok ngeliatin Minah terus sih… Minah kan malu…” celoteh Minah manja sembari mencubit pipi Anton. Anton hanya tersenyum dan mendekati bibir wanita itu serta mengecupnya dengan mesra. Ketika Minah menyisir rambutnya, otomatis siku tangannya terangkat ke atas dan memperlihatkan ketiak Minah yang ditumbuhi bulu tetapi tidak lebat sehingga tidak memberi kesan jorok. Anton meraih ketiak Minah, dielusnya bulu-bulunya, “gak pernah dicukur ya mbak”. “Mana sempet mas… gak ada waktu ngurusin diri” bela Minah. slot online
Anton kembali memperhatikan Minah menyisir rambutnya, begitu pandangan Anton ke bawah, dilihatnya payudara Indah bergoyang ke kiri kanan, menambah pemandangan menjadi panas kembali. “Mbak… adikku bangkit lagi nih…” bisik Anton sembari memberi kode liwat tatapannya ke arah kemaluannya. “Ihhhh… tuh kan… baru percaya sama ramuan jamuku…” gemas Minah sembari mencubit dan mengelus kemaluan Anton. “Gimana kalo mau minta jatah lagi” harap Anton, “Aduh… khan udah mandi mas, lagian aku capek banget nih sampe berasa copot semua tulangku mas” elak Minah. Tetapi Minah bangkit dan berjongkok di depan Anton, “Ya deh… ini tanggung jawabku… aku kulum lagi aja ya mas… kasian klo gak bisa tersalur” jawab Minah memberi solusi.

Anton hanya tersenyum sembari melihat lagi Minah mengulum kemaluannya, dielusnya rambut Minah. Minah memang cepat bisa, sedotannya membuat Anton tidak dapat bertahan lama, dan memang ini yang dimaui Anton, karena ia berpikir bila hanya dia yang bermain tidaklah terlalu nyaman. “Mbak… achhh…” jerit Anton mengiringi orgasmenya kali ini yang seperti tadi langsung ditelan habis Minah.
“Kok cepet keluarnya sekarang mas?” tanya Minah tersenyum. “Sengaja, habis klo main sendiri gak enak lah rasanya, makanya aku kosentrasi supaya cepet keluar” bela Anton. “He… he… he… khan masih ada besok lagi mas…” kata Minah sembari membersihkan kemaluan Anton dengan tisu yang berada di atas meja tersebut, sembari mencium mesra pipi Anton.
“Udah… tidur sini aja mbak, aku kelonin deh” rayu Anton melihat Minah mulai memakai bra kain dan kebayanya setelah dia membersihkan diri di kamar mandi sekali lagi. “Endak ah mas… gak enak sama teman kos saya” jawab Minah mengelak ajakan Anton. “Tapi besok… kalo saya kangen sama mas.. boleh ya saya main ke sini…” pinta Minah memelas, “Oke aja… kalo pas saya ada di kosan, biasanya sih suka keluyuran” jawab Anton seenaknya. “Sekarang saya tinggalin lagi jamunya ya mas, siapa tau ada yang butuh kehangatan mas Anton lagi he… he… he…” canda Minah setelah dia selesai memakai semua pakaiannya sembari mengangkat bakul berisi jamunya. online slot

“Berapa semuanya mbak…?” tanya Anton sembari membuka dompet untuk membayarnya. “Sudah mas… saya kasih gratis… soalnya saya sudah dapat kepuasan yang selama ini gak saya dapetin” tolak Minah halus, “Yang bener nih mbak… mosok dah disuruh ngerokin sama ngelonin… kok gak mau di kasih uang sih?” protes Anton. “Alaaahh… saya tau kantong Mahasiswa… paling juga recehan doang isinya… ha… becanda lho mas… serius kok mas… aku yang terima kasih… mas Anton bisa mengerti perasaan wanita, salam aja ya mas buat temen kencan mas yang lain” goda Minah sembari pamitan keluar kamar.

“Eh… sebentar mbak!” seru Anton setelah memakai kain sarungnya kembali, Minah berhenti, kemudian Anton mendekati Minah memeluk wanita itu dan memberi kecupan lembut di bibir Minah sembari menyelipkan sejumlah uang ke dalam bra Minah dan berkata “Sekali ini jangan menolak ya mbak… saya bersalah jika tidak memberi ini mohon jangan anggap sebagai imbalan jasa… tetapi rasa sayang saya dan sebagai rasa terima kasih buat embak”.

Minah terpaku dan menatap Anton, tak dinyananya bahwa lelaki ini selain ganteng, pemberi kepuasan dan baik hati terhadap wanita, ah… seandainya…. Minah tidak mampu melanjutkan impiannya yang dianggap mustahil bagi dirinya, tak terasa menetes air mata harunya. Anton mengusap air mata Minah dan mengecup kening Minah, “Sudah ya sayang… gak usah nangis… semoga besok kita bisa lebih panas lagi” goda Anton menghibur Minah. “Ma kasih ya mas” pamit Minah meninggalkan kos-kosan Anton.

Anton terpaku melepas kepergian Minah, hujan baru saja berhenti, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, gila dari jam lima sore tadi kita berdua main bathin Anton. Tetapi Anton merasa klo tubuhnya dalam kondisi puncak, dahsyat sekali ramuan mbak jamu tadi ya pikir Anton, besok kalau bertemu, aku akan minta lagi ah, pikir Anton sembari menutup pintu kos-kosan dan kembali ke kamarnya untuk tidur. online casino


cerita-dewasa-nikmatnya-ngewek-dengan-minah

Video Bokep Terbaru